Depok — Suara Kota |
Suasana kehangatan dan kebersamaan menyelimuti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Kerukunan Disidowun Lolin.
Berbeda dari perayaan pada umumnya, momen syukuran ini diwarnai dengan tradisi khas masyarakat Fordata, yakni tradisi bakar batu.
Ketua Kerukunan Disidowun Lolin, Tomy Masihin mengungkapkan, paguyuban ini memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Berawal dari nama Inmasa, organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Disidowun Lolin dan terus bertahan melewati berbagai dinamika.
”Kerukunan ini punya sejarah panjang dari masa Inmasa hingga berubah nama menjadi Disidowun Lolin. Meski melewati dinamika yang pasang surut, Disidowunlolin mampu tetap eksis hingga detik ini. Di usia yang ke-5 tahun ini, ibarat balita, kita masih perlu dituntun, dijaga, dan diajarkan untuk melangkah ke arah yang benar,” ujar Tomy, Minggu (30/8/2026).
Sementara itu, Ketua Panitia Acara, Semi Kelwulan menjelaskan alasan utama diusungnya tradisi bakar batu dalam perayaan kali ini. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen untuk melestarikan warisan leluhur di tanah perantauan.

“Panitia sengaja memilih konsep bakar batu karena ini adalah tradisi nenek moyang kita yang sangat perlu dijaga dan diajarkan kepada anak cucu kita yang berada di perantauan,” jelas Semi.
Melalui perayaan ke-5 ini, keluarga besar Disidowun Lolin berharap tali silaturahmi dan solidaritas warga perantauan Fordata dan Maluku dapat terus terjalin erat dan berkelanjutan.
(SK/Martchel)














