spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDepokSoal Pemotongan Insentif Dokter RSUD ASA, Aktivis Minta Dirut...

Soal Pemotongan Insentif Dokter RSUD ASA, Aktivis Minta Dirut Dipecat

Depok – Suara Kota |

Buntut tudingan dugaan pemotongan insentif dokter umum yang viral beberapa waktu lalu, Aktivis Sosial Depok, Adi Suman Pasaribu mendesak Inspektorat Kota Depok untuk memberikan sanksi pemecatan terhadap Direktur Utama RSUD Anugerah Sehat Afiat (ASA).

Menurut Adi, Inspektorat Kota Depok tidak boleh menunda terlalu lama perihal kasus yang ditangani, karena berpotensi terjadi pengulangan sikap dan kebijakan yang merugikan banyak dokter umum di RSUD ASA.

“Kalau dibiarkan berlarut-larut begini, bahaya buat dokter umum yang ada disana, pasti sebagian besar dokter umum mendapat tekanan dari manajemen,” kata Adi kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Meski banyak yang mengatakan jumlah tersebut tidak besar, Adi menegaskan praktik tersebut tetap tidak dibenarkan. Selain merugikan dokter umum, pemotongan biaya layanan disebut bisa menurunkan kinerja.

“Siapa sih yang ikhlas keringatnya diperas dengan cara seperti itu. Ini dokter loh, dokter, orang yang bertugas mengobati orang sakit, masa diperlakukan seperti itu, pelayanan pasti turun kalau begitu,” ujar Adi.

Sementara, Ketua Umum Gerakan Rakyat Semesta (GRS) Anton Sujarwo juga mengamini apa yang diutarakan Adi Suman Pasaribu. Menurutnya, kasus ini seperti sengaja diredam oleh Pemerintah Kota Depok dengan pengalihan isu.

Selain menyayangkan sikap Direktur Utama RSUD Asa yang dianggap tidak peduli, Anton juga menyayangkan terkait lemahnya penanganan oleh Inspektorat terhadap kasus yang bergulir.

“Sepertinya masalah ini dianggap biasa saja, bahkan disana ada pertemuan-pertemuan tertutup masih dengan suasana hangat, bahkan dengan anggota DPRD, dokter umum jadi seperti anak tiri di RSUD ASA ya,” ujar Anton.

Anton menduga ada dukungan khusus terhadap manajemen RSUD ASA dari orang kuat di pemerintahan, sehingga dugaan pemotongan jasa pelayanan dokter umum mandek, tanpa kejelasan.

“Menurut saya sih ada yang back up yaa, orang kuat di pemerintahan atau yang menguasai pemerintahan, makanya ini dibiarkan berlarut-larut. Inspektorat seperti takut bertindak,” pungkasnya.

(SK/Martchel)

Berita Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini