Depok – Suara Kota |
Terkait persoalan banjir yang masih kerap melanda di sejumlah wilayah di Depok, Ketua DPRD Kota Depok mengungkapkan adanya komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membenahi persoal tersebut.
Sinkronisasi anggaran dan teknis menjadi kunci dalam menangani debit air di wilayah perbatasan seperti Tangerang Selatan, Depok, dan Jakarta.
Politisi PKS ini membeberkan, DKI Jakarta bersedia membantu pengalokasian anggaran selama terdapat asas manfaat timbal balik, khususnya dalam menekan risiko banjir di wilayah hilir.
“Itu kan perbatasan ya, Tangerang Selatan, Depok, dan ke sana lagi Jakarta. Waktu itu dengan anggaran DKI yang cukup besar, kita minta dibantu. Cuman memang DKI memilih untuk dia membenahi di hilirnya dulu, di dalami agar ketika itu dilancarkan debitnya nggak terlalu besar ke DKI. Jadi sebenarnya ya Provinsi DKI mau mengalokasikan anggaran untuk daerah perbatasan, asal ada manfaatnya juga buat mereka,” jelasnya.
Ade menuturkan, kalau saat ini pihaknya terus mencari skenario terbaik bersama DPRD dan Pemprov DKI, termasuk rencana pembangunan infrastruktur penampung air.
“Jadi istilahnya nanti kita cari skenario terbaik ya, apakah kita bikin kantung air dulu di Depok, kemudian itu nanti ditinggikan dengan biaya DKI. Tapi komunikasi terus kita lakukan dengan DPRD DKI dan Pemprov ya. Kemarin juga mereka sudah visit kan, dari mulai Ketua DPRD-nya bahkan, dan dinas terkait. Cuman pertimbangan teknisnya menyebabkan itu masih ditunda dulu gitu,” tandasnya.
(SK/Martchel)













