Depok — Suara Kota |
Turnamen sepak bola Piala Fanny Cup 2026 sukses mencapai laga puncaknya yang berlangsung meriah di Lapangan BFC Banjaran Pucung, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Sabtu (22/8/2026).
Gelaran ini sekaligus menyambut kemeriahan perayaan kemerdekaan Indonesia ke-81.
Pertandingan final yang mempertemukan tim RT 04 melawan RT 02 dari wilayah RW 05 berjalan sengit dan penuh semangat sportivitas, sebelum akhirnya tim RT 04 berhasil mengunci kemenangan dan keluar sebagai sang juara.
Inisiatif yang digagas oleh Fanny Fatwati Putri selaku Anggota DPRD Kota Depok ini dihadirkan sebagai wadah positif untuk mencairkan suasana dan merajut kembali tali silaturahmi antarwarga pasca-dinamika konstelasi politik.
“Fanny Cup yang kita adakan khusus untuk warga RW 05. Harapannya karena memang kemarin 2024 yang lalu, di RW 5 ini lumayan konstelasi politiknya luar biasa, keras lah sesama warga gitu,” kata Fanny pada wartawan.

Anggota DPRD Kota Depok dari fraksi Golkar ini menilai, ajang olahraga dapat menjadi jembatan yang tepat untuk mengembalikan keharmonisan di tengah masyarakat.
“Jadi saya melihat ini sebuah momentum untuk bagaimana warga bisa hidup rukun kembali gitu. Jadi selepas konstelasi politik yang sudah lewat, ya udah kita bareng-bareng lagi dengan cara adalah kita memfasilitasi acara sepak bola ini,” terangnya.
Turnamen ini sendiri pada dasarnya dirancang untuk merangkul seluruh lingkungan RT di wilayah RW 05, meski ada penyesuaian tim di lapangan.
“Jadi pesertanya adalah seluruh warga yang ada di RT 1 sampai RT 06. Tapi RT 06 sebenarnya nggak ikut, karena memang dia kekurangan pemain. Jadi kemarin diganti oleh tim Sahabat Fanny yang memang kebetulan sudah kalah duluan dari pertandingan awal gitu,” jelas Fanny.
Fanny menjelaskan, cabang olahraga sepak bola dirasa sangat efektif dalam mencairkan suasana dan merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa sekat. Antusiasme warga terhadap olahraga si kulit bundar ini terbukti sangat tinggi.
“Karena memang kalau dilihat di Indonesia ini orang-orang kalau soal bola ya, mau dari warna apa pun, mau dia nonton. Tadi bisa dilihat lah abang-abang, antusiasme masyarakat gitu. Walaupun kita memberikan doorprize, sebelum-sebelumnya juga tanpa ada doorprize juga mereka antusias gitu. Jadi makanya kita pilih bola untuk yaitu mempersatukan warga,” kata Fanny.
Melihat tingginya perhatian masyarakat sekitar serta suksesnya penyelenggaraan acara yang menyediakan total hadiah sebesar Rp5 juta ini, Fanny berharap ajang itu bisa berkembang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.
“Ya, minta doanya ya, semoga ini bisa menjadi agenda rutin kita, bisa dilaksanakan setiap tahun. Karena memang antusiasme warga maupun pemainnya juga luar biasa. Cuma kan yang sekarang ini kan U-40, mungkin ke depan kita bisa ganti jadi U-30 atau mungkin anak-anak remaja yang memang punya potensi di sepak bola bisa kita fasilitasi juga di Fanny Cup ke depannya,” jelasnya.
Selain sebagai sarana silaturahmi, ajang ini diselenggarakan bertepatan dengan momen peringatan hari kemerdekaan.
“Ya betul, ini juga memang dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia yang ke-81, yaitu harapannya kita bisa hidup rukun sesama warga di antara se-RW 05 ini,” tambahnya.
Melalui kemeriahan turnamen di Lapangan BFC Banjaran Pucung ini, diharapkan semangat kebersamaan masyarakat di Kelurahan Cilangkap dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
“Harapannya itu kembali lagi, semoga dengan adanya turnamen sepak bola ini, warga yang ada di RW 05 melupakan yang kemarin-kemarin. Kita kembali di sini sama-sama bangun kampung kita bareng-bareng, kita hidup berdampingan, saling rukun, hidup damai, itu harapannya,” tutup Fanny.
(SK/Martchel)














