spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahDPN Pengusaha Tani Indonesia Gelar Pelantikan & Rakernas Perdana,...

DPN Pengusaha Tani Indonesia Gelar Pelantikan & Rakernas Perdana, Targetkan Kepengurusan di 38 Provinsi

Jakarta – Suara Kota |

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Pengusaha Tani Indonesia resmi melantik jajaran kepengurusannya sekaligus menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang pertama, Selasa (21/7/2026).

Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh pimpinan HKTI, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono untuk memberikan dukungan dan arahan bagi kemajuan sektor pertanian nasional.
​
Ketua Umum DPN Pengusaha Tani Indonesia, Yasir Machmud mengatakan, momentum pelantikan dan Rakernas ini menjadi titik awal penguatan struktur serta program kerja organisasi di seluruh wilayah Indonesia.
​
“Ya, jadi kegiatan hari ini yaitu kegiatan pelantikan pengurus Pengusaha Tani Indonesia, sekaligus kita mengadakan Rakernas yang pertama. Dan Alhamdulillah, pada kegiatan di hari ini, Alhamdulillah dihadiri langsung oleh Ketua Umum HKTI yang tadi sudah melakukan pelantikan. Dan Alhamdulillah juga, Bapak Menteri Pertanian juga datang dan membawakan keynote speaker. Dan membina tadi, semua pengurus Pengusaha Tani Indonesia tersemangati. Dan Insya Allah kita juga ke depan tentu memiliki target untuk membentuk setiap kepengurusan di semua provinsi di Indonesia,” ujar Yasir.

​Dalam memperluas jangkauan organisasi, Yasir menargetkan pembentukan kepengurusan di seluruh pelosok tanah air dalam waktu relatif singkat.
​
“Total 38 kepengurusan. 38 provinsi ini kita targetkan kurang lebih 8–9 bulan ini akan terbentuk semuanya,” tegasnya.

​Yasir menjelaskan, selain fokus pada ekspansi organisasi, Pengusaha Tani Indonesia juga berkomitmen menghadirkan program-program konkret yang dapat dirasakan langsung dampaknya oleh para petani dilapangan.
​
“Itu tadi, selain membentuk kepengurusan di tiap-tiap provinsi, tentu kami di DPN tentu akan memaksimalkan kegiatan-kegiatan pengusaha-pengusaha Tani Indonesia. Apa yang bisa kita kerjakan tentu akan kita laksanakan, kita kerjakan dengan baik. Tentu kami ingin petani kita bisa merasakan dampak dengan adanya Pengusaha Tani Indonesia ini,” terang Yasir.

​Sebagai bagian dari keluarga besar Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Pengusaha Tani Indonesia terus memperkuat kolaborasi lintas instansi.
​
“Tentu kami bersinergi, kami kolaborasi dengan HKTI sebagai induk kami juga. Tentu kami tetap melakukan sinergi, apa yang bisa kami kelola, apa yang bisa kami lakukan akan tetap kita lakukan koordinasi,” jelasnya.

​lebih jauh Yasir menuturkan, dalam mengaet minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian, DPN Pengusaha Tani Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis melalui pelatihan dan pengembangan potensi.
​
“Ya, untuk menggenjot, tentu kami sebagai Pengusaha Tani tentu kami memiliki program pelatihan-pelatihan terhadap anak-anak muda kita bagaimana bisa terangsang, terpancing untuk bisa melakukan bertani. Dan tentu kami juga membuka ruang seluas-luasnya supaya bisa bergabung sebagai Pengusaha Tani Indonesia,” tutur Yasir.

​Terkait kolaborasi dengan pihak industri swasta, Yasir menyebutkan, rencana tersebut sedang dimatangkan dengan memanfaatkan keberagaman latar belakang anggota yang ada di dalam tubuh organisasi.

“Tentu ada, ya. Namun, itu sementara kami ramu, apalagi di dalam lingkup kami sendiri, di dalam organisasi Pengusaha Tani ini banyak sekali dari mana-mana ya. Semua unsur ada, lengkap. Jadi, tentu ini kita manfaatkan untuk melakukan pembinaan terhadap anak-anak muda kita,” ungkapnya.

​Menanggapi kekhawatiran masyarakat yang ingin menjadi pengusaha tani namun tidak memiliki lahan, Yasir menegaskan bahwa kepemilikan lahan bukanlah syarat utama untuk menjadi seorang wirausahawan di sektor ini.
​
“Ya, ini kan pengusaha ini kan tidak mesti memiliki lahan. Tapi di sinilah kita dengan adanya Pengusaha Tani ini, kita membentuk karakter saudara-saudara kita untuk bisa menjadi seorang pengusaha. Pengusaha itu kan tidak harus memiliki lahan,” terangnya.

Pihaknya juga menegaskan komitmen inklusivitas organisasi yang terbuka bagi semua kelompok usia.
​
“Kalau kita ini tidak memandang usianya. Yang penting betul-betul ingin menjadi pengusaha, kita akan merangkul, kita akan membina, kita akan memberikan pelatihan-pelatihan bagaimana bisa menjadi pengusaha yang baik, pengusaha yang sukses, tentu di bidang pertanian,” pangkasnya.

​Yasir menyampaikan harapan besar bagi masa depan organisasi dan pengusaha tani di seluruh Indonesia.
​
“Ya, harapan kami di DPN Pengusaha Tani Indonesia berharap organisasi ini bisa terus tumbuh, maju, berkembang, dan tentunya bisa merangkul semua pengusaha-pengusaha yang ada di Indonesia yang tentunya bergerak di bidang pertanian, perikanan, dan perkebunan,” tutup Yasir.

(SK/Martchel)

Berita Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini