spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitikKomisi D DPRD Depok Bakal Sidak Dapur MBG Imbas...

Komisi D DPRD Depok Bakal Sidak Dapur MBG Imbas Dugaan Keracunan di Pondok Terong

Depok – Suara Kota |

Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa belasan siswa dari minuman yang disediakan SPPG Pondok Terong 4 langsung mendapat respon cepat dari Komisi D DPRD Kota Depok dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dinas terkait dan kordinator Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Depok, Jumat (9/10/2026).
‎
‎”Iya, kami anggota dewan mendapat aduan dari masyarakat terkait adanya dugaan keracunan dari makanan MBG. Ini yang SPPG-nya ada di Cipayung , SDN Pondok Terong Empat. Kemudian kejadiannya tanggal 5, kemarin. Nah, ini baru kita kumpulkan semuanya tadi pihak-pihak terkait untuk mengkonfirmasi terkait dengan adanya aduan ini,” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto pada wartawan.
‎
‎Menurutnya, langkah cepat ini penting diambil agar permasalahan serupa tidak terus berulang dan berada di luar pengawasan lembaga legislatif.

Siswanto juga mengajak peran Badan Gizi Nasional (BGN) agar lebih proaktif menghadapi persoalan ini, mengingat program tersebut berada di bawah koordinasi langsung BGN.
‎
‎”Kita (legislatif) juga tidak mau ke depannya semakin banyak problematik dari SPPG atau dapur MBG ini,” tegas Siswanto.
‎
‎”Sejatinya, SPPG ini direct-nya kan ke BGN. Ketika ada kejadian-kejadian ini, semestinya, semestinya itu BGN yang lebih proaktif untuk melakukan tindakan-tindakan. Tapi, dampak dari masalah-masalah yang ditimbulkan oleh MBG ini, masyarakat Kota Depok, terutama, siswa. Maka, Komisi D juga berhak ikut mengawasi terkait dengan  dapur MBG ini,” tambahnya.
‎
‎Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyatakan bahwa pihak dapur telah menjalankan operasional sesuai prosedur standar (SOP) dan sampel makanan saat kejadian masih memiliki batas kedaluwarsa yang panjang. Kendati demikian, Komisi D berencana melakukan inspeksi mendadak ke lokasi dapur guna memastikan aspek higienis dan keamanan pangan terjaga secara menyeluruh.
‎
‎Adapun berbagai kekurangan di lapangan, ia menegaskan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk mengawal agar visi presiden melalui program MBG dapat berjalan sukses demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
‎
‎”Bahwa MBG ini program yang bagus untuk cita-cita mulia 2045 kita ciptakan Indonesia Emas. Hanya saja, memang harus banyak sistem yang perlu dibenahi. Tidak boleh asal,” pungkasnya.

(SK/Martchel)

Berita Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini