Depok – Suara Kota |
Meningkatnya angka pengangguran menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Mencari pekerjaan yang sulit secara otomatis membuat perekonomian masyarakat di ujung tanduk.
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna menyoroti masih tingginya tantangan di sektor ketenagakerjaan yang ada di Depok.
Ade mengatakan, penyerapan tenaga kerja yang minim mengakibatkan semakin tingginya angka pengangguran.
“Salah satu solusi strategis yang perlu ditekankan adalah penguatan konsep link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Ade usai menghadiri Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Serbaguna, Gedung Balai Kota Depok, Rabu (28/1/2026).
Politisi PKS Kota Depok ini menjelaskan, untuk menekan angka pengangguran dapat dilakukan melalui penyesuaian kurikulum dan output pendidikan agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Pendidikan harus mampu mencetak lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” tutur Ade.

Bahkan, Ade juga memberikan solusi soal pentingnya penguatan sektor usaha produktif kewirausahaan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Sejalan dengan amanat Undang-Undang Cipta Kerja serta Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2002, yang mewajibkan alokasi 30 persen area publik untuk UMKM sebagai sarana penjualan dan penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkap Ade.
Tak hanya itu, Ade menekankan perlunya peran aktif dari inspektorat sebagai lembaga pengawas internal pemerintah daerah.
“Kita juga terus mendorong peningkatan anggaran dan sumber daya inspektorat agar mampu mengawasi pelaksanaan anggaran secara optimal di 63 kelurahan dan lebih dari 900 RW di Kota Depok,” pungkas Ade.
Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Pemerintah Kota Depok, Nessi Annisa Handari saat dikonfirmasi Suara Kota pada Kamis (29/1/2026) melalui pesan singkat dan telepon belum memberikan jawaban persoalan angka pengangguran di Kota Depok hingga berita ini diturunkan.
Memang Nessi masih dalam hitungan hari menduduki kursi Kepala Disnaker Kota Depok usai dilantik Walikota Depok, Supian Suri beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok presentase angka pengangguran Tahun 2024, untuk laki-laki sebesar 6,55%, dan untuk perempuan 5,80%, jadi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2024 sebesar 6,27%.
Sedangkan presentase angka pengangguran Tahun 2025, untuk laki-laki sebesar 7,30% dan untuk perempuan 5,17%, jadi TPT Agustus 2025 sebesar 6,25%. Sehingga angka pengangguran Kota Depok meningkat 0,25%.
(SK/Martchel)














