Depok – Suara Kota |
Di tengah suasana menjelang hari raya, warga Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, justru mengeluhkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tidak menampung banyaknya sampah hingga berceceran ke jalanan.
Meski kabar mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah beredar luas, namun berbanding terbalik dengan kinerjanya dalam mengatasi lubernya sampah ke badan jalan.
Kondisi penuh sesaknya sampah yang berceceran itu mengeluarkan bau menyengat dan menimbulkan kesan kumuh di area lingkungan setempat.
Sumarni (46) warga Kampung Bojong, RW 20, Kelurahan Baktijaya mengatakan, kecewa dengan sampah yang sampai penuh hingga menyulitkan aktivitas masyarakat saat melintas.

“Repot kalau lewat banyak sampah sampai di jalanan begitu. Lagian masa pemerintah ga angkat-angkat sampahnya sih,” kata Sumarni saat diwawancara di lokasi, Senin (16/3/2026).
Sumarni juga menjelaskan, keadaan UPS Kelurahan Baktijaya yang kecil dirasa tidak mampu menampung banyaknya sampah warga sekitar.
“Lihat aja tempat pembuangannya kecil gitu. Warga sini sampahnya banyak banget jadi akibatnya sampahnya pada ke jalanan kan,” ucapnya.
Sumarni mengharapkan Pemerintah Kota Depok dapat secepatnya mengatasi persoalan sampah yang berceceran ke jalanan. Hal itu agar menghindari pernyakit yang disebabkan oleh sampah tersebut.
“Tolong dong cepet di angkat. Takutnya jadi penyakit untuk masyarakat sini. Kalau bisa tempat pembuangannya juga di besarin lagi jadi nampung sampah banyak, jadi ga kaya gini,” harapnya.
Sementara Plt Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan, penumpukan sampah terjadi karena armada pengangkutannya pada saat ini belum dapat di optimalkan.
“Penyebabnya karena kondisi TPA saat ini sudah overload dan kondisi tersebut megakibatkan pembuangan terganggu dan mobilisasi kendaraan juga terhambat. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf dan sampai saat ini kami tetap mengupayakan pengangkutan terbaik untuk masyarakat,” kata Reni saat dikonfirmasi Suara Kota.
Reni menjelaskan, pihaknya terus memaksimalkam upaya pengangkutan sejumlah UPS yang sampahnya overload seperti yang terjadi di UPS Kelurahan Baktijaya.
“Pada bulan Ramadhan ini terdapat peningkatan volume sampah, sementara saat ini kami mengangkut sampah lebih dari 50 ton per hari sampah yang terangkut,” ungkapnya.
Reni mengharapkan, berbagai pihak harus disiplin dan konsisten dalam membatasi pembuangan sampah ke TPS. Hal itu karena TPS adalah tempat pembuangan sampah khusus residu. Dirinya juga menekankan kalau pengelolaan sampah itu harus kolaboratif.
“Sebetulnya Kota Depok sudah mengatur adanya penanganan sampah yang mendorong setiap individu maupun lembaga melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, sehingga penumpukan sampah di titik-titik TPS seharusnya bisa di antisipasi, karena sebetulnya sampah itu bisa di olah. Untuk itu kami secara rutin melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mulai melakukan pemilahan dan pejadwalan pembuangan sampah terpilahnya,” pungkasnya.
(SK/Martchel)














