Depok – Suara Kota |
Di tengah dinamika geopolitik dunia yang tidak menentu, pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai memperkuat pondasi ketahanan nasional.
Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Yeti Wulandari mengatakan, strategi ini mencakup kedaulatan pangan, energi, hingga penguatan ekonomi kerakyatan yang dirancang untuk menjaga stabilitas negara dalam kondisi darurat, baik bencana alam maupun konflik global.
“Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyimpan dapur umum di seluruh titik wilayah Indonesia, lebih cepat dan siaga ketika terjadinya musibah atau perang. Secara tidak langsung dilatih sejak dini untuk menyiapkan makanan sejak dini secara banyak dan profesional,” kata Yeti dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026).
Selain itu, lanjut Yeti, ada strategi dalam program Koperasi Merah Putih yang menjadi pusat penggerak ekonomi masyarakat dan penyimpanan stok makanan jika situasi genting.
“Lalu, Desa Nelayan Merah Putih yang menjadi penyuplai dan menyimpan stok bahan dari laut yang melimpah. Indonesia negara kepulauan sehingga pergerakan masyarakat tidak hanya jalur darat, alternatifnya juga lewat laut,” ungkapnya.
Wanita yang juga duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini menjelaskan yang selanjutnya yaitu, Swasembada Pangan yang akan menyimpan stok beras melimpah dan akan terus ditingkatan lagi.
“Berikutnya Swasembada Energi yang difungsikan untuk pengoperasian kilang minyak baru dan sedang, membangun green energi termasuk pengelolaan sampah menjadi listrik,” terangnya.
Yeti mengungkapkan, meski program-program ini dirancang sebagai investasi masa depan untuk melindungi rakyat, langkah berani ini tak jarang menuai pro dan kontra. Banyak pihak yang merasa terusik dengan efisiensi dan pergerakan cepat yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
“Saat ini pak Prabowo sedang menyiapkan pondasi kokoh untuk masyarakat Indonesia di kala akan menghadapi situasi genting, semua program beliau untuk masa depan, tapi banyak sekali orang-orang terusik karena kinerja beliau,” pungkasnya.
(SK/Martchel)














