Depok – Suara Kota |
Banyaknya bangunan hunian yang berdiri di atas garis sempadan Kali Cipinang ditambah lagi intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan perbatasan Jakarta Timur dan Depok pada Sabtu siang (24/01/26) mengakibatkan longsor yang berdampak bagi warga RT 12, RW 05 Kelurahan Cibubur dan warga RT 03, RW 11 Kelurahan Mekarsari, Depok.
Padahal berdirinya bangunan di atas garis sempadan kali itu dengan jelas melanggar Peraturan Menteri PUPR Nomor 28/PRT/M/2015 dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2022.
Secara aturan, kali dengan lebar 5 meter seperti Kali Cipinang seharusnya memiliki jarak aman (Garis Sempadan Kali dan Bangunan) minimal 5 meter dari bibir kali. Namun, fakta dilapangan menunjukkan bangunan hunian berdiri tanpa menyisakan zona hijau, sehingga material longsor langsung menyumbat aliran kali yang sempit dan meningkatkan risiko banjir.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua RW 11 Mekarsari, Ahmad mengatakan, dirinya langsung menggerakkan aksi gotong royong untuk mengevakuasi puing secara manual agar aliran air tetap terjaga.
“Kami arahkan warga untuk segera membersihkan puing agar aliran air tidak tersumbat total, yang dikhawatirkan bisa memicu luapan air ke pemukiman,” kata Ahmad.
Meski warga telah melakukan langkah darurat, harapan akan pembangunan turap permanen harus tertunda. Kasatpel Sumber Daya Air (SDA) Kecamatan Ciracas, Yulia, menyatakan bahwa fokus anggaran pemerintah saat ini sedang terbagi.
“Untuk sementara, Pemda DKI belum bisa melakukan penanganan (pembangunan turap) di lokasi ini. Di waktu yang bersamaan, terjadi longsor di wilayah Kalibaru, Jalan Raya Bogor, yang menjadi prioritas utama penanganan saat ini,” jelas Yulia.

Yulia menegaskan bahwa keterbatasan dana membuat proyek ini tidak masuk dalam anggaran tahun berjalan.
“Pembangunan turap baru bisa direncanakan pada tahun depan, 2027, bukan di tahun 2026 ini,” jelasnya.
Warga dihimbau untuk tetap siaga, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan di wilayah perbatasan Jakarta-Depok masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan.
(SK/Martchel)














