Depok – Suara Kota |
Di sudut Jalan H. Rijin, Kelurahan Tugu, Cimanggis, sebuah langkah nyata untuk masa depan baru saja dipijakkan, Sabtu (28/2/2026).
Suasana di RT 05/RW 011 tampak berbeda, kehadiran Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Tugu 3 bukan sekadar peresmian gedung baru, melainkan simbol dimulainya babak baru dalam rantai kesejahteraan masyarakat Depok.
Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari hadir langsung untuk meresmikan fasilitas tersebut. SPPG ini menjadi ujung tombak implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif strategis Presiden Prabowo Subianto yang kini mulai menyentuh anak-anak generasi emas.
Bagi Yeti Wulandari, program MBG bukan hanya soal memenuhi piring anak-anak dengan makanan sehat.
Politisi Partai Gerindra ini melihat sebuah ekosistem besar yang sedang dibangun. Dalam pandangannya, keberhasilan kebijakan nasional ini memerlukan tangan-tangan yang saling bergandengan.
”Saya mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga komunitas, untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi lokal yang pada akhirnya memperkuat perekonomian nasional,” kata Yeti.
Efek domino adalah kata kunci yang ditekankan oleh wanita jebolan Fakultas Hukum Universitas Pancasila ini. Ketika sebuah dapur umum atau satuan pelayanan beroperasi, maka petani lokal, peternak, hingga pedagang pasar ikut terlibat dalam rantai pasok.
”Ketika program ini berjalan, rantai pasok pangan bergerak, peluang kerja terbuka, dan pelaku usaha lokal ikut tumbuh. Dari sinilah kebangkitan ekonomi dapat dimulai, dari daerah untuk Indonesia,” ucapnya dengan penuh optimisme.
Sebagai pimpinan DPRD Kota Depok yang telah menjabat selama empat periode, Yeti sangat memahami bahwa program besar tanpa pengawasan yang ketat adalah risiko. Oleh karena itu, dirinya menuturkan peran vital Satgas Terpadu di Kota Depok sebagai “mata dan telinga” negara.
Srikandi Partai Gerindra ini juga menegaskan, kalau mekanisme pengawasan bukan bertujuan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan prinsip tata kelola yang baik tetap terjaga.
”Dengan adanya Satgas Terpadu di Kota Depok, pemerintah memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan program MBG dipantau secara ketat agar berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” terangnya.
Yeti ingin setiap warga Depok melihat bahwa program ini dikelola dengan akuntabilitas tinggi. Transparansi menjadi harga mati.
”Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa program ini tidak berjalan tanpa pengawasan. Ada sistem yang memastikan semuanya aman, tertib, dan tepat sasaran,” tambahnya.
Yeti mengingatkan esensi terdalam dari program ini merupakan pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM). Baginya, kesehatan anak-anak hari ini adalah penentu utama kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan.
”Anak-anak yang sehat dan bergizi baik adalah fondasi ekonomi masa depan. Karena itu, program ini harus kita jaga bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
(SK/Martchel)














