spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDepokGara-gara Anggaran Bangunan SDN Depok 1 Bahayakan Siswa, Siswanto...

Gara-gara Anggaran Bangunan SDN Depok 1 Bahayakan Siswa, Siswanto Ngotot untuk Renovasi

Depok – Suara Kota |

Kondisi bangunan SDN Depok 1 yang berlokasi di Kecamatan Pancoran Mas kini tengah menjadi perhatian serius bagi pihak legislatif maupun pihak sekolah. Pembangunan ruang kelas dilantai tiga yang hingga kini belum rampung tidak hanya memicu keresahan wali murid, tetapi juga berdampak langsung pada efektivitas proses belajar mengajar.

Kepala Sekolah SDN 1 Depok, Arwin Rangkuti, mengungkapkan kondisi bangunan yang mangkrak tersebut sudah terjadi sejak awal dirinya ditugaskan disana.

“Saya kesini juga memang sudah terbengkalai. Saya dengar dulu ini kan empat sekolah di-merger menjadi satu, tapi pembangunannya kemudian terbengkalai,” jelas Arwin, Rabu (14/1/2026).

Ia menduga kendala utama pembangunan ini adalah masalah pendanaan, mengingat pihak sekolah sudah berulang kali mengusulkan perbaikan kepada bidang Sarana dan Prasarana (Sarpas) Dinas Pendidikan namun belum kunjung terealisasi.

Tangkapan layar bangunan SDN Depok 1. (Sumber: @cahsolo)

“Sepertinya kayaknya dana ya, alasannya sih banyak sekolah-sekolah yang sama (keadaannnya) seperti sekolah kita disini gitu, sehingga mungkin belum kebagian, barangkali pendanaannya,” ungkapnya.

Kondisi infrastruktur yang tidak tuntas ini memaksa pihak sekolah menerapkan sistem shift untuk mengakomodasi 20 rombongan belajar (rombel) yang ada.

Arwin menjelaskan bahwa kelas 1, 2, 5, dan 6 masuk pada pagi hari, sementara kelas 3 dan 4 terpaksa masuk siang hari. Meski Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan, Arwin juga menekankan adanya keinginan besar agar seluruh siswa bisa belajar di waktu pagi secara serempak demi kenyamanan dan keamanan, terutama karena bagian bangunan di lantai tiga sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti keretakan pada bagian selasar atas atau “topi-topi” bangunan.

“Kasihan itu kan sudah kelamaan takutnya membahayakan juga untuk anak-anak. Saya lihat ‘topi’ itu kan mulai retak, yang diselasarnya itu lah yaa sudah mulai retak-retak,” bebernya.

Sementara, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Raden Muchamad Zakkya Fauzan mengakui memang bangunan SDN Depok 1 belum selesai.

“Terkait kondisi bangunan lantai 3 di SDN Depok 1 memang belum rampung seluruhnya, tapi sejauh ini tidak mengganggu proses belajar siswa, karena KBM dilaksanakan di lantai 1 dan 2, akses ke lantai 3 pun sudah dibatasi dan diberi pengaman oleh pihak sekolah,” ucap Zakky.

Zakky juga tidak menampik renovasi SDN Depok 1 terkendala karena terbatasnya anggaran.

“Terkait rehab lanjutan terkendala dengan keterbatasan anggaran,” akunya.

Namun Zakky tidak bisa memastikan terkait waktu renovasi lanjutan di SDN Depok 1

“Untuk kepastian kapan realisasi lanjutan renovasi lanjutan lantai 3 disilahkan menghubungi bidang Sarpras,” tuturnya.

Merespons persoalan tersebut, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB, Siswanto mengatakan, persoalan SDN Depok 1 telah dijadikan agenda prioritas dalam rencana kerja komisi.

Anggota DPRD Kota Depok dari fraksi PKB, Siswanto. (Dok: Pribadi)

Ia menegaskan pembagian waktu sekolah menjadi pagi dan siang harus segera diakhiri agar siswa bisa memanfaatkan waktu siang atau sore untuk kegiatan lain seperti mengaji atau beristirahat.

“Kita akan mencari data sevalid mungkin kemudian mencarikan solusinya. Kalaupun harus diselesaikan finishing ruang kelas di lantai tiganya, kita akan dorong untuk pengalokasian anggarannya,” tegas Siswanto.

Siswanto menuturkan, Komisi D berkomitmen untuk mendorong pendanaan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT) atau Anggaran Perubahan.

“Kalau memang itu urgen dan memang kebutuhannya mendesak, dan itu harus diselesaikan sehingga anak-anak yang sekolah disitu semunya tidak ada yang masuk siang, semuanya masuk pagi, ya kita akan berusaha agak sedikit ngotot ya ke Pemkot agar hal itu diselesaikan, kalau APBD murni kan tahun ini sudah diketok jadi tidak bisa di otak atik, kemungkian besar di Anggaran Perubahan atau ABT,” bebernya.

Sebagai langkah konkret, Komisi D berencana segera melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kondisi bangunan yang memprihatinkan tersebut.

Sedangkan Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Depok, Raden Muchamad Zakkya Fauzan ketika dikonfirmasi Suara Kota belum menjawab hingga berita ini diturunkan.

(SK/Martchel)

Berita Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini