Depok – Suara Kota |
Plt Ketua Kadin Kota Depok, Edmon Johan angkat bicara mengenai duduk perkara yang sebenarnya, sekaligus membuka pelanggaran aturan yang dilakukan oleh kepemimpinan sebelumnya.
Edmond mengatakan, status mantan ketua sebelumnya, Miftah, yang disebutnya telah mengundurkan diri secara resmi melalui rapat pleno pada 3 Desember lalu, jadi secara aturan sudah tidak ada lagi kedudukannya sebagai Ketua Kadin Kota Depok. Atas dasar itu, ia meminta Kadin Jawa Barat untuk bijak melihat legal standing pihak-pihak yang masih mengatasnamakan Kadin Depok.
“Berdasarkan kitab ini (AD/ART), semua boleh berbicara tapi harus menjadi anggota Kadin. Masa kita kalah sama tipsani (tipu sana tipu sini), boleh aja cek. Tidak semua orang bisa bicara tentang Kadin, harus ada legal standingnya dulu. Kami pengurus Kadin sekarang bukan alat pemuas. Mungkin dia luar sana alat pemuas untuk iklim yang tipsani,” kata Edmon saat konferensi pers, Sabtu (28/2/2026).
Edmon juga menjelaskan, kalau persiapan pengukuhan sebenarnya sudah berjalan matang. Pihaknya bahkan telah berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kota Depok untuk memastikan kehadiran Wali Kota.
”Saya katakan, kami ini sekarang ada di ruangan Walikota. Saya fotolah, ya kan. Dan saat itu didampingi oleh Dewan Penasihat di situ, ada Pak Pradi, ada Pak Haji Sarmili, ada Bang Hasbullah, juga ada beberapa Dewan Penasihat Kadin yang lainnya, pak Haji Doni juga gitu kan,” ucapnya.
Menurutnya, Kadin di bawah kepemimpinannya saat ini sangat responsif dan berusaha membangun kemitraan yang kuat dengan pemerintah daerah, sesuai arahan Kadin Indonesia dan Kadin Jawa Barat.
Edmon juga menjelaskan, pentingnya legal standing dan kepatuhan terhadap aturan organisasi, terutama terkait kepemilikan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Hal itu karena ada pihak-pihak yang mencoba merusak citra organisasi tanpa dasar hukum yang jelas. Edmon secara terbuka mengkritik masa kepemimpinan Miftah Sunandar yang dinilai vakum tanpa aktivitas dan transparansi keuangan.
”Dan sebagai pengurus yang lama juga belum ada lho laporan pertanggungjawaban keuangan Miftah selaku ketua, belum ada lho. Dan ini juga nanti akan kami bersurat berdasarkan rapat pleno kemarin. Karena dia Miftah Sunandar terlalu sudah melanggar aturan gitu kan,” tegasnya.
Edmon membeberkan, perubahan susunan pengurus dilakukan karena banyak anggota lama yang tidak memiliki KTA-B dan tidak kooperatif.
“Ya bayangkan, kalau di tiga tahun nggak punya KTA Kadin, terus jadi Kadin kayak apa gitu lho. Nah, ini makanya, berdasarkan PO (Peraturan Organisasi) itu, dia tidak memenuhi persyaratan menjadi pengurus apa yang diminta oleh Kadin Jawa Barat karena tidak memiliki KTA-B. Dasar hukumnya itu PO,” terangnya.
Mengenai status pengukuhan, Edmon meluruskan bahwa agenda tersebut hanya ditangguhkan, bukan dibatalkan. Ia bertekad untuk menjaga murwah Kadin Depok dari praktik-praktik tidak sehat.
”Saya nggak patek-an jadi Ketua Kadin gitu lho. Monggo aja yang mampu silakan. Tapi jangan Kadin itu dirusak! Saya juga nggak rela. Saya juga gitu sama teman-teman yang lain ini banyak, nggak mau rumah tangganya Kadin dirusak-rusak gitu nggak mau,” pungkas Edmon.
Dikesempatan yang sama, Dewan Penasihat Kadin Kota Depok, H. Sarmili meminta semua pihak menghormati keputusan pleno yang telah menetapkan Edmon Johan sebagai pimpinan. Keputusan tersebut sudah sah secara organisasi sejak 3 Desember lalu.
”Tanggal 3 Desember itu ketok palunya Kadin ke Edmon. Selesai,l kan? Sekarang ada lagi berita begini, ada apa? Harapan saya ya kalau memang tanggal 3 sudah putus di sini, sudah ketok palu—Miftah sendiri yang ketok palu di sini, kan berarti selesai. Bukti suratnya banyak, puluhan orang, pengurus semua. Tolonglah Depok ini jangan dibikin kisruh,” ujar H. Sarmili.
Sebagai tokoh yang terlibat dalam sejarah Kadin Kota Depok, H. Sarmili mengajak seluruh elemen untuk bersatu demi kemajuan kota, ketimbang menciptakan kegaduhan.
“Ya memang Kadin Depok yang sudah diserahkan keseluruhan yang hadir dalam pleno di sini, Pak Miftah getok palu ke saudara Edmon Johan, ya sudah selesai. jangan dibuat seperti ini. Marilah kita orang Depok bersatu lah,” tutupnya.
(SK/Martchel)














