spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaHukumAliansi Masyarakat Maluku di Depok Kecam Penganiayaan oleh Oknum...

Aliansi Masyarakat Maluku di Depok Kecam Penganiayaan oleh Oknum TNI AL Sampai Meninggal: Binatang Saja Diperlakukan Baik

Depok – Suara Kota |

Suasana di depan Polres Metro Depok sempat memanas saat massa dari Aliansi Masyarakat Maluku (AMMAL) Kota Depok datang memberikan dukungan moral bagi keluarga korban penganiayaan maut yang terjadi di wilayah Tapos, Depok pada Jumat (2/1/2026) dini hari lalu.

Kejadian tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia bernama Wajir Ali Tuankota dan satu lainnya kritis Dede Naigrata.

Kecaman dari Ketua AMMAL

Ketua AMMAL, H. Moren menyatakan, keprihatinan mendalam atas tindakan main hakim sendiri yang merenggut nyawa manusia. Ia menekankan bahwa permasalahan seharusnya dilaporkan ke pihak berwajib seperti Binmas, Pospol, atau Babinsa.

“Binatang saja kita diperintah untuk memperlakukannya secara baik, apalagi itu manusia. Dan dia meninggal, akhirnya kan anaknya, istrinya jadi janda dan tiga anak yang masih kecil-kecil,” ujar H. Moren dengan nada tegas di halaman Kantor Polres Metro Depok, Senin (5/1/2026).

H. Moren mendesak agar kepolisian segera menangkap pelaku dari unsur sipil yang diduga terlibat.

“Oleh sebab itu, saya minta dengan tegas kepada Polres untuk segera menangkap pelaku lain sehingga diharapkan Kota Depok ini tidak ada lagi hal-hal seperti begitu,” tambahnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari kuasa hukum, ada keterlibatan oknum warga setempat dalam kejadian tersebut.

“Tadi sesuai informasi dari lawyer, pelaku diduga adalah RT. RT setempat. RT Sukamaju Tapos,” ungkap H. Moren.

Ia berharap pihak Kepolisian bergerak cepat dalam waktu 1×24 jam guna mencegah massa mengambil langkah sendiri.

Penjelasan Humas Polres Metro Depok

Merespons tuntutan tersebut, Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi menegaskan, bahwa pihaknya terus mengawal kasus ini secara profesional dan transparan serta berkoordinasi dengan TNI AL.

“Pelaku yang diduga merupakan anggota TNI AL saat ini masih dalam pemeriksaan di Pomal Bungur, dan beberapa saksi sudah juga kami mintakan keterangan terkait hal ini,” jelas AKP Made Budi.

Saat ini, pelaku utama yang telah diamankan adalah Serda TNI AL berinisial M.

Mengenai kronologi kejadian, AKP Made menjelaskan bahwa peristiwa bermula pada Jumat (2/1/2026) pagi sekitar pukul 04.30 WIB ketika kedua korban dibawa menggunakan mobil boks ke Polsek Cimanggis dalam keadaan luka parah sebelum akhirnya dilarikan ke RS Brimob.

Terkait pemicu penganiayaan, Polisi mendalami dugaan adanya transaksi ilegal yang dilakukan oleh para korban.

“Tapi tentu hal ini terus kami dalami ya, berdasarkan bukti-bukti yang ada,” ujar AKP Made.

Ia menambahkan bahwa dugaan tersebut muncul berdasarkan bukti percakapan di telepon genggam.

Dalam aksi penganiayaan tersebut, Serda M diduga menggunakan alat tertentu.

“Serda M diduga melakukan penganiayaan ke kedua korban tersebut saat ini menggunakan sebilah selang. Sebilah selang panjang yang digunakan untuk melakukan penganiayaan atau pemukulan kepada kedua korban tersebut,” pungkasnya.

Penyidikan Terus Berlanjut

Hingga saat ini, Polres Metro Depok telah memeriksa lebih dari tiga orang saksi. Pihak Kepolisian masih mendalami bukti fisik dan keterangan saksi untuk memastikan apakah ada pelaku sipil lain yang turut serta dalam aksi kekerasan tersebut.

(SK/Martchel)

Berita Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini