spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDepokAksi Nyata 'Emak Aing' untuk Warga Tugu, Ambulance Siaga...

Aksi Nyata ‘Emak Aing’ untuk Warga Tugu, Ambulance Siaga jadi Buktinya

Depok – Suara Kota |

Matahari di Kelurahan Tugu, Cimanggis, terasa berbeda hari Minggu itu (7/2/2026). Di tengah riuhnya sapaan warga RW 08, sebuah armada putih bertuliskan “Ambulance Siaga” terparkir gagah.

Bagi sebagian orang, itu mungkin sekadar kendaraan medis, namun bagi warga setempat, itu adalah simbol kehadiran negara di depan pintu rumah mereka.

Penyerahan unit ambulance ini dilakukan langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari.

Politisi senior Partai Gerindra yang akrab disapa “Emak Aing” ini tampak tak berjarak dengan warga. Baginya, menyerahkan bantuan ini bukan sekadar seremoni politik, melainkan pemenuhan janji moral sebagai wakil rakyat.

Di tengah tren politik yang sering kali terjebak dalam adu wacana di media sosial, Yeti memilih jalur yang berbeda. Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang legislator bukanlah seberapa tajam ia mengkritik, melainkan seberapa cepat ia memberikan solusi.

“Melayani masyarakat itu harus dengan kerja dan solusi, bukan hanya dengan komentar, tapi harus dengan aksi nyata,” tegas Srikandi Gerindra itu.

Menurut Wanita yang telah menjabat sebagai Pimpinan DPRD Kota Depok selama empat periode ini urusan nyawa dan kesehatan tidak bisa menunggu birokrasi yang berbelit atau debat kusir yang panjang.

“Kalau bicara keselamatan warga, negara tidak boleh lambat. Ambulance ini adalah bentuk kehadiran langsung saat masyarakat paling membutuhkan,” tegasnya.

Strategi penempatan ambulance di tingkat RW merupakan langkah taktis untuk memangkas response time dalam keadaan darurat. Yeti memahami betul bahwa di pemukiman padat, setiap detik sangatlah berharga.

“Kita ingin memangkas jarak antara masalah dan solusi, dan posisi negara harus dekat dengan warganya,” terang Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ini.

Langkah ini, menurut Yeti, bukan sekadar inisiatif lokal, melainkan perwujuda dari arah kebijakan nasional Astacita Prabowo–Gibran.

Yeti juga ingin membuktikan bahwa visi besar pemerintah pusat bisa dirasakan manfaatnya hingga ke gang-gang sempit di Kota Depok.

“Astacita itu bukan slogan, tapi harus diwujudkan dalam program yang bisa digunakan dan dirasakan masyarakat,” ucapnya dengan nada mantap.

Bagi warga Cimanggis, sosok Yeti Wulandari sudah dianggap seperti keluarga sendiri. Panggilan “Emak Aing” adalah bukti kedekatan emosional yang terbangun lewat aksi nyata selama bertahun-tahun.

Di akhir kunjungannya, ia menitipkan pesan kuat tentang esensi berpolitik yang sehat.

“Kritik itu penting, tapi jauh lebih penting adalah keberanian untuk bekerja dan mengambil tanggung jawab melayani rakyat dengan aksi nyata,” bebernya.

Yeti berharap paradigma “politik pelayanan” ini menular ke seluruh elemen pemangku kebijakan di tingkat lokal. Karena pada akhirnya, politik bukan tentang siapa yang paling vokal, tapi siapa yang paling peduli.

“Kalau kita benar-benar ingin membela rakyat, maka yang dibutuhkan adalah tindakan nyata yang menyelamatkan dan memudahkan kehidupan mereka,” pungkasnya.

(SK/Martchel)

Berita Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini