spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahPesan Bunda UMKM Depok: Jaga Kualitas Produk, Jangan Kurangi...

Pesan Bunda UMKM Depok: Jaga Kualitas Produk, Jangan Kurangi Timbangan!

Depok – Suara Kota |

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Depok menunjukkan tren positif dengan mulai bertransformasi dari skala rumah tangga menuju standarisasi industri profesional.

Sekretaris Komisi B DPRD Kota Depok, Endah Winarti, mengapresiasi efektivitas pembinaan berkelanjutan yang berhasil mencetak pelaku usaha lokal hingga mampu merambah pasar mancanegara.

Menurut Endah, keberhasilan tersebut merupakan buah dari program strategis seperti Wirausaha Baru (WUB) dan Pemberdayaan Kepala Keluarga (PEKA).

Kendati demikian, ia mengingatkan para pelaku usaha agar tidak hanya bergantung pada bantuan, melainkan terus mengedepankan kemandirian.

“Kalau perkembangan UMKM Kota Depok itu terus naik kelas. Karena sudah bertahun-tahun kita bina,” ujar Endah Winarti saat diwawancarai di sela-sela kegiatan Lebaran Depok, Selasa (7/5/2026).

Dalam upaya memperkuat pengawasan, politisi Partai Demokrat ini memaparkan rencana penggabungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag).

Langkah integrasi ini dirancang untuk mempermudah alur pembinaan, mulai dari level pemula hingga siap melakukan ekspor.

Selain itu, guna mengatasi sengkarut data akibat banyaknya komunitas UMKM, Endah memastikan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum pendataan besar-besaran yang menjangkau hingga lapisan terkecil di masyarakat.

“Untuk tahun 2026 ini pendataannya akan per kelurahan dari RT, RW dan semuanya biar Pak Wali Kota itu tahu berapa sih UMKM yang naik kelas ini,” terang Endah.

Fasilitas Negara dan Integritas Produk
Sebagai wujud dukungan nyata, Pemerintah Kota Depok menyiapkan sentra jualan bersama di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya.

Kawasan ini nantinya akan menjadi etalase eksklusif bagi produk-produk lokal yang telah melewati proses kurasi ketat. Namun, Endah menegaskan bahwa legalitas adalah syarat mati untuk mendapatkan akses fasilitas tersebut.

“Semua. PIRT, NIB, Halal, semua harus tercatat di Kota Depok baru dapat perhatian dari kami,” tegas perempuan yang dikenal sebagai Bunda UMKM ini.

Ia juga menitipkan pesan kuat bagi para pengusaha agar menjaga konsistensi kualitas produk, terutama bagi mereka yang sudah mengantongi sertifikasi resmi.

“Kalau sudah dikurasi jangan dikurang-kurangin itu timbangannya, rasanya juga gitu Bang. Standarisasinya harus cakep. Seperti Holland Bakery, itu kan berstandar. UMKM kita harga Rp4.000-Rp5.000 tapi enggak apa-apa, tapi betul-betul standarisasinya harus cakep,” imbuhnya.

Endah menyambut positif usulan penerapan sistem pelacakan digital melalui barcode atau stiker khusus. Inovasi ini dinilai sangat penting untuk memudahkan konsumen melakukan verifikasi produk binaan resmi, sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar layaknya standar SNI.

(SK/Martchel)

Berita Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini