Depok – Suara Kota |
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, melakukan kunjungan ke bazar UMKM di lingkungan RW 14, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis. Hal itu dilakukan dalam rangka memperingati momentum Hari Ibu.
Ade menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan untuk meninjau langsung ekosistem ekonomi kreatif yang digerakkan oleh kaum ibu.
“Apresiasi tinggi terhadap inisiatif warga, khususnya dengan terbentuknya wadah seperti UMKM Bhineka di bawah naungan UP2PKK,” kata Ade, Ahad (4/1/2026).
Menurut Ade, sistem pendukung ekonomi di Mekarsari yang digalakan ibu-ibu sudah berjalan dengan sangat baik.

“Selamat Hari Ibu untuk seluruh warga RW 14 Kelurahan Mekarsari. Ini Bu Hj. Titiek inisiatornya, dan memang ekosistem UMKM sudah terbentuk. Ada Warung Bhineka, ini UP2PKK ya, yang memang setiap harinya itu menyuplai keperluan masyarakat, makanan-makanan bagi yang nggak sempat masak disediakan sama Ibu-ibu,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu tokoh UMKM Bhineka setempat sekaligus inisiator program, Hj. Titiek menuturkan, perkembangan unit usaha yang dikelola warga cukup signifikan.
Ia menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, baik dari sisi produsen maupun konsumen.
“UMKM-nya ada 100, yang pagi 20 (supplier), yang sore sekitar segitu juga,” kata Hj. Titiek menyapaikan ke Ade.
Mengenai capaian ekonomi, Hj. Titiek menambahkan bahwa perputaran uang di ekosistem tersebut sudah sangat stabil.
“Omzetnya rata-rata Rp30 juta sebulan. Kalau setahun kita sudah melewati setengah miliar,” bebernya.
Bahkan Hj. Titiek juga memberitahu kalau saat ini mereka mulai merambah pasar sore hari, karena melihat sambutan positif dari warga sekitar yang telah berjalan selama empat bulan terakhir.
Mendengar laporan Hj. Titiek, Ade Supriyatna menekankan pentingnya membangun pola pikir (mindset) kewirausahaan agar UMKM Depok bisa naik kelas.
Ade juga menyinggung potensi besar dari anggaran pusat yang masuk ke Kota Depok.
“Apalagi tadi ada APBN yang turun ke Depok, kalau ini sudah berjalan, lebih dari 1,2 triliun per tahun itu APBN ada di Depok. Kalau itu berputarnya di Depok, pasti pertumbuhan ekonomi di Depok bakal tinggi lagi,” jelas Ade saat diskusi dengan sejumlah pelaku UMKM.
Ade menyatakan optimismenya bahwa stimulus tersebut akan menggerakkan ekonomi masyarakat bawah, asalkan uang tersebut tetap berputar di dalam kota.
“Penting dia harus menghadirkan kalau dia membuat produk ya, pastikan produknya juga harus berkualitas. Makanya kalau Ibu-ibu yang bikin kuliner harus tes rasa dulu. Dari 10 orang, 9 orang bilang enak, nah itu baru go ahead,” pesan Ade.
Menutup kunjungannya, Ade memberikan semangat kepada para ibu-ibu pegiat UMKM di Mekarsari yang mengenakan seragam hijau khas wilayah tersebut. Ia memuji kontribusi mereka yang tidak hanya diam di rumah, tetapi aktif membangun ekonomi keluarga dan lingkungan secara positif.
(SK/Martchel)














